Selasa, 15 Oktober 2013

Madu Pahit Berbuah Manis

Berawal dari kejenuhan berbisnis yang selalu jatuh bangun mirip judul lagu dangdut. Tapi memang seperti itulah yang namanya bisnis, apalagi bisnis dengan modal pas-pasan. Tapi itulah yang menarik dalam dunia bisnis, di situlah seninya berbisnis. Kita harus merasakan yang namanya sukses, gagal, untung, rugi dan pahit getirnya berbisnis.
Pengalaman tersebut pula yang mengajarkan kita bagaimana cara kita mencoba untuk survive dari sebuah bisnis atau kita harus beralih ke bisnis lainnya dan memulai dari nol lagi. Namun ada kalanya juga kita merasakan jenuh dalam berbisnis dengan semua problematikanya serta hambatannya.
Di sinilah awalnya kisah ini terjadi, di saat saya di buat jenuh oleh beberapa bisnis saya yang mengalami pasang surut, dan sempat memikirkan untuk mengakhiri semua kegiatan bisnis dan kembali fokus menjadi seorang karyawan lagi. Tiba-tiba salah seorang sahabat lama yang tidak pernah berjumpa datang berkunjung kerumah, dan menawarkan sebuah kerja sama.
Ternyata selama ini dia menghilang dari peredaran dikarenakan sedang sibuk merintis usaha sebagai seorang pengepul madu hutan. Setiap bulan dia mundar-mandir jakarta-sumatera-kalimantan untuk mengumpulkan madu hutan dari para petani/pemetik madu hutan. Dia menceritakan bagaimana awalnya merintis hingga akhirnya dia tetapkan dirinya sebagai pengepul madu hutan. Dengan berbekal sebuah perusahaan berbentuk CV dan modal yang dia dapatkan dengan menjual aset yang dimilikinya, dia membeli semua hasil madu hutan langsung dari para petani dan pemetik madu hutan.
Cerita berlanjut kepada mendaftarkan produk madu hutannya ke beberapa instansi resmi pemerintah untuk melakukan uji klinis  tentang kemurnian produk madu hutannya dan akhirnya mendapatkan beberapa sertifikat termasuk sertifikat halal. Setelah teman saya ini bercerita panjang lebar, mulailah saat dimana di menawarkan saya sebuah kerja sama untuk memasarkan produk madu hutannya dan menunjuk saya sebagai supplier tunggal produknya dan memasarkan produknya di seluruh indonesia. Namun saya tidak menerima begitu saja mengingat saya memiliki tanggung jawab yang teramat besar kalau harus menjadi supplier tunggal di seluruh wilayah indonesia, saya melakukan negosiasi dengan teman saya dan saya bilang saya akan coba untuk menjadi suppliernya untuk wilayah jabodetabek dulu, kalau saya sudah berhasil menjadi supplier tunggal di jabodetabek barulah saya melebarkan sayap keluar jabodetabek.
Dan Alhamdulillah teman saya setuju, lalu mulailah saya melakukan promosi tentang produk madu hutan melalui berbagai macam media promosi, dengan membuka kerja sama kepada pihak ketiga sebagai agen wilayah dan reseller, oiya produk yang saya pasarkan yaitu Madu Hutan Riau dan Kalimantan serta Madu Pahit Hutan Pelawan. Syukur alhamdulillah ternyata pada akhirnya target saya menjadi supplier tunggal di wilayah jabodetabek akan sukses selangkah lagi, walaupun usaha tersebut awal mulanya tidak berjalan terlalu lancar, banyak kerikil-kerikil yang menghambat namun saya tetap bertahan. Hingga akhirnya hampir seluruh wilayah jabodetabek berhasil saya pegang sebagai supplier tunggal madu hutan murni milik teman saya ini, dan produk yang paling laris adalah Madu Pahit Hutan Pelawan walaupun rasanya pahit namun hasilnya sangat berbuah manis.
Sampai saat ini saya masih membuka kesempatan kepada teman-teman blogger yang berminat menjadi agen atau reseller madu hutan murni yang saya supply dan merasakan manisnya hasil dari berjualan madu. Untuk mendapatkan info lengkap silahkan teman-teman blogger kunjungi websitenya di website madu hutan murni ini

Selasa, 16 Juli 2013

VSI NETWORK BISNIS MLM USTADZ YUSUF MANSUR LAINNYA



Tulisan ini sebenarnya bukan tulisan saya, melainkan merupakan tulisan Ustadz Yusuf Mansur. Sengaja saya copy paste ke blog ini guna memperkenalkan bisnis Ustadz Yusuf Mansur yang baru selain E-Miracle yaitu VSI Network, silahkan di simak penuturan Ustadz Yusuf Mansur berikut ini:
Ustadz-Yusuf-Mansur
Seorang penulis buku, menulis buku. Diterbitkan oleh penerbit & dipasarkan melalui perdagangan yang dikenal umum : Toko Buku. Setelah buku itu diterbitkan, si penulis buku ini diberitahu, bahwa bukunya sudah ada di toko-toko buku. Utamanya di toko-toko buku besar. Maenlah dia ke toko buku besar di kotanya. Apa daya, “sistem” toko buku, tidak mngenali penulis buku. Ia hanya mengenali pembeli buku. Pembeli yang “dikenali” pun, hanya yang benar-benar beli & bayar. Yang hanya liat-liat, apalagi yang buka-buka plastik, malahan ditegor. Jika si toko buku tidak punya sistem Customer Service yang excellent, maka benar-benar hanya pembeli yang beli buku, yang niscaya bakal diwongke. Diwongke tuh maksudnya, diorangkan. Disenyumi, diterimakasihi, dilayani.
Si penulis melihat-lihat bukunya, membolak-balikin bukunya, senyumnya berkembang. Alhamdulillaah, buku saya terbit, katanya dalam hati. Seorang pelayan melihatnya. “Ga jadi beli Pak?” Kata pelayan itu, sambil berusaha senyum. Jawab si penulis, “Oh engga. Saya yang nulis koq malahan.” Jawaban si pelayan, “Ooooohhh… Bapak yang nulis…”. Segitu doang. Benar-benar segitu doang. Ga lebih. Ga ada tawaran teh manis bagi penulis buku. Sebagai ungkapan terima kasih, sebab dengan izin Allah, buku-buku penulis lah yang membuat pelayan itu bisa kerja, toko bisa buka. Tapi itulah. Ga dikenal si penulis itu, oleh sistem jual beli biasa. Apalagi satu toko yang merasa diperlukan, bukan dia yang diperlukan.
Beruntung, alhamdulillaah, mayoritas penulis buku, ikhlas. Mereka menulis untuk Allah. Dan menulis untuk menulis. Tidak berharap lebih.
Episode berikutnya, seorang pembeli. Ini seorang pembeli. Bukan lagi penulis. Ini pembeli. Ada orang yang membeli buku si penulis tersebut. Dan ternyata bagus. Dia senang bacanya. Bahkan dia referensikan kepada yang lain. Dia aja ketika beli, ga dpt diskon. Kecuali “seadanya”. Apalagi ketika “mereferensikan”. Tambah ga bakal dapat apa-apa dari transaksi itu. Memang penulis dapat royalti. Tapi itu dari penerbit. Dari percetakannya. Bukan dari toko buku. Semakin banyak yang terjual, akan semakin banyak royalti yg didapat. Tapi ini tetap ga akan sebanding dengan “pendapatan” toko buku. Penulis biasanya dapat royalti 5-10% dari harga buku kotor. Sedang toko buku, dapat 40-50%. Agen-agen kecil bisa dpt 20-30%. Suatu hari, ia bahkan bukan cuma mempromosikan. Tapi mengajak kawannya ke toko buku besar. “Yuk, saya temenin beli buku saya…” Sampe di kasir, ia yang nemani, ga beli, berdiri sejajar dengan kawannya yang pegang buku dan mau bayar. Posisinya, jelas bukan ngantri. Si penulis buku ini, yang mempromosikan, yang mereferensikan, bahkan nemani sampe ke kasir, malah ditegor kasir. Apa kata kasir? “Pak, ngantri ya, maaf.” He he he, disangkanya, nyelang. Padahal nemenin.
Begitulah. Sistem toko biasa, seperti toko buku tidak mengenal “terima kasih”. Apalagi bagi-bagi bonus, buat yang merefrensikan. Beda dengan MLM. Beda dengan Multi Level Marketing. Beda konsep & prinsip. Dibanding penjualan retail, yang kadang dikuasai grup besar. Dan dunia retail pun, sudah terkuasai pula oleh segelintir grup besar saja. Pasar yang demikian banyak, besar, jadi sekedar pasar. Bukan pelaku. Tidak diajak ikut mencicipi. Seperti kasus penulis dan pembeli yang merefrensikan tadi.
Sayang, banyak MLM bodong. Yang memanfaatkan situasi & keadaan. Padahal sesungguhnya ia MoneyGame. Gak lebih dari sekedar penipu. Kalo benar ia MLM murni, maka ia akan menguntungkan, menyejahterakan, memberi manfaat, di semua jenjangnya. Ga ada yang cuma jadi korban. Bahkan, ketika membernya hanya member, ia akan mendapatkan banyak kemudahan mendapatkan produk. Dunia MLM banyak cacat dengan kehadiran MLM money game. Tanpa ikhtiar, tanpa kerja. Hanya rayuan belaka.
Dari contoh hari ini, andai buku tersebut di-MLM-kan, maka kisahnya ga akan jadi begitu. Tapi syaratnya, ya MLM yg benar. Sebenarnya, MLM itu sederhana. Pay-out/rabat, yang diberikan ke toko buku tersebut, misal 40-50% tadi, dijadikan sistem berjenjang.
Sekedar merefrensikan saja, apalagi bisa jadi stokis, jadi agen, maka ia akan dapat bagian dari rabat yg tadinya “hanya” didapat oleh 1 toko saja. Tentu ada pro kontra. Dan itu ya wajar saja. Bukan saja awal Ramadhan & Lebaran, he he he. Di banyak hal, banyak emang perbedaan. Karena itu, saya santai aja ketika memutuskan mendirikan & mengembangkan MLM e-Miracle. Air Miracle. Air kesehatan. Ini bukan miracle yang selebaran loh ya. Itu mah penipuan. Ini saya produksi air kesehatan. Dengan izin Allah, jadi obat & menjaga kesehatan. Sistem penjualannya, saya bikin berjenjang, dengan sistem MLM. Saya punya pandangan & dasar prinsip yang berbeda. It’s not a moneygame.
Maka ketika pula saya munculin MLM lain, yang bergerak di bidang payment, yakni VSI, saya pun tetap pada pendirian saya. Sekarang, dunia pembayaran2/payment, listrik, dll., dah keliatan, ditelen pula oleh grup retail besar. Ga kebagian dah kita mah. Belum lama, ada seorang ustadz cerita. Dia ngantri di loket kereta api. Bahkan di customer service. Ga dapat tiket. Disarankan untuk beli di salah 1 toko ritel. Eh, hanya beberapa menit, dapet. Langsung diprint. Luar biasa. VSI, MLM yg bergerak di bidang payment. Semua orang bisa jadi agen pembayaran. Hanya dengan gadget yang dia pegang & punya. Keuntungan yang saya dapat, dari porsi persentasi yang didapat dari pembayaran-pembayaran tersebut, itu yang saya MLM-kan. Jadi pendapatan berjenjang.
Baik e-Miracle, maupun VSI, bukan money game. Saya mencoba menjalankan MLM yg benar, yang lurus, yang ga maen-maen & bercanda. Sekali lagi, kawan-kawan boleh berbeda pendapat. Fastabiqul khairat saja. Hasil dari MLM e-Miracle, saya wakafkan 100%. Dan saya pengen, semua menikmati potensi jualan air & macam-macam produk kesehatan nantinya. Saya malah berharap, air yang sudah dikuasai asing, bisa direbut kembali. Kalau besar, e-Miracle saya amanahin untuk take-over air asing. Balik lagi akhirnya soal niat & proses. Niat bener, proses bener, kenapa engga? Bener-bener, jangan ampe salah di niat proses.
Kalo perlu, kecap, garam, cabe/bumbu2, beras, sayur, buah, di-MLM-kan. Supaya pasarnya ga dikuasai & dikendalikan segelintir orang. Kembali ke buku, sebagai contoh awal produk. Ssungguhnya, penulis, bersama pmbaca, bisa menikmati juga smua potensi ekonominya. Yang terjadi, bahkan di penjualan ritel, secara telanjang mata, dikuasi segelintir orang saja. Indonesia, jadi pekerja besar saja. Tidak ikut menikmati potensi keuntungan, dan potensi ekonomi. Bahkan tidak jarang, dunia retail, nginjek2 supplier.
Apalagi bisnis-bisnis yang sekarang ini telanjang diliat oleh mata, dikuasai benar oleh segelintir saja. Bangsa Indonesia, jadi pekerja saja. Bikin dah dari hulu ke hilirnya. Mulai dari proses tanam, hingga jual, MLM punya. Allahu akbar dah kalo emang bener jadi. MLM yang baik, ga akan nambah beban ke pembeli. Yg di-pay-out-kan, memang keuntungan yang wajar. Seperti contoh buku tadi, bila dijadikan MLM. Dunia MLM juga, dunia silaturahim, belajar, mengajar, saling membesarkan. Bukan antara penjual & pembeli, yang kering tanpa ruh. Selanjutnya MLM yang baik, coba untuk pelan-pelan bersyariah. Doain, ke depan e-Miracle & VSI, bersyariah total. Doain, doain, doain.
Udah, ngaji lagi dah… Ramadhan… Ramadhan… He he… Maaf buat yang kontra ya. Boleh koq. Boleh banget. Yg ga boleh, ribut.
Salam,
Yusuf Mansur.
Yang Mau Bergabung Silahkan Klik Disini Insya Allah Berkah.....

Jumat, 18 Januari 2013

Clixsense - Apakah Clixsense Scam?


Clixsense Clixsense adalah salah satu website PTC (Pay To Click) yang sah (diakui) bonafiditasnya. karena pengguna betul-betul mendapatkan bayaran untuk melihat iklan setiap 30 detik. Ada banyak perdebatan diantara komunitas netter dan para clickers yang terjadi memperdebatkan apakah clixsense itu scam atau bukan.

Akhirnya kesalahpahaman dapat dituntaskan disini - Apakah Clixsense itu scam atau justru sebagai tempat yang benar untuk "Earn Money". Mari kita mencari tahu bersama :

Rabu, 16 Januari 2013

Parfum Original Khusus Pria

Dah lama nih gak ngepost, teman-teman blogger gimana kabarnya?
Mudah-mudahan baik-baik aja, dan bisnisnya juga lancar-lancar aja ya....!?
Kali ini saya mau numpang jualan parfum nih ya merupakan salah satu jenis bisnis kecil-kecilan yang saya lakukan sambil belajar menjadi pengusaha, hehehehe.....

Parfum apa sih yang dijual dan apa saja merknya? Nah saat ini saya menjual parfum original untuk pria, kenapa hanya untuk pria aja? Gak juga sih ada juga untuk wanitanya.
Tapi karena jenis parfum wanita juga banyak variannya dan saya nulisnya pegel jadi saya kasih yang khusus pria dulu aja hehehehe.....
Ini dia:

Sabtu, 29 Desember 2012

Promosi Blog Gratis, Dapat 1000 Visitor dari DuitSurf


Cara promosi blog gratis ini sangat sederhana hanya dengan mendaftarkan blog anda ke DuitSurf secara gratis berpotensi mendatangkan banyak pengunjung ke blog anda. Pasti banyak blogger yang mencari cara untuk mendapatkan banyak visitor, maka itu saya langsung share disini.

Tidak hanya blog atau website sendiri DuitSurf memperbolehkan anda mendaftarkan website PTC, affiliasi atau situs investasi yang mau di promosikan dan satu akun diperbolehkan untuk beberapa website atau blog.

Keuntungan kita cara promosi blog gratis di DuitSurf adalah :

Mendapat 1000 kredit pertama gratis identik dengan kunjungan 1000 pengunjung Mendapat 1000 kredit tambahan jika ada yang mendaftar melalui referral kita dan potensi pengunjung blog kita semakin meningkat. Mendapat kredit setiap referral melihat situs DuitSurft

Berikut ini panduan Cara promosi blog gratis di DuitSurf sebagai berikut :

Kamis, 14 Juni 2012

Efisiensi Kerja

Apakah anda termasuk salah satu orang yang memiliki jadwal pekerjaan bisnis yang padat..?? Banyak sekali pekerjaan yang harus diselesaikan,
namun seringkali merasa waktu berjalan demikian cepat sehingga banyak
sekali pekerjaan yang terbengkalai atau tidak selesai tepat pada
waktunya.

Padahal, jika saja kita mau meluangkan sedikit waktu, kita dapat
mengetahui apakah kesibukan setiap hari mendekatkan kita pada tujuan
atau justru hanya buang-buang waktu. Sayapun sering mengalami hal
serupa, namun beberapa tips berikut yang saya lakukan terbukti
efektif.

Bisnis Jalan, Pengusahanya Banyak Gaya...

Ini cerita tentang pengusaha di negeri AntahBerantah. Di sana sedang
terjadi euphoria wirausaha. Dimana-mana orang ingin jadi pengusaha. Di
kantor, di pinggir jalan, di dekat masjid, di rumah, dimana-mana orang
ingin jadi pengusaha. Di milis, orang jualan. Di forum-forum internet orang
juga jualan. Di facebook dan twitter juga. Di Grup BB, apalagi. Via SMS, ga
mau kalah.


Orang yang hampir pensiun, ingin jadi wirausaha. Lumayan pesangonnya besar,
sayang kalau cuma dihabiskan begitu saja. Begitu alasannya.